Asupangizi yang kurang pada ibu hamil dapat melahirkan anak dengan berat badan kurang dan pen- dek (stunting) serta perkembangan otak yang kurang sehingga berdampak pada kualitas sumberdaya manusia.

Septemberjumlah ibu hamil 28 orang dan yang mengalami anemia sebanyak 19 orang dan 9 orang tidak anemia, bulan Oktober jumlah ibu hamil 22 orang dan yang mengalami anemia 13 orang 9 orang tidak anemia dan pada bulan November jumlah ibu hamil 18 orang dan yang mengalami anemia 8 orang 10 orang tidak mengalami anemia. Sehingga prevelansi 3 bulan Olehsebab itu penulis ingin membahas makalah satuan acara penyuluhan (SAP) dengan tema "Anemia Pada Ibu Hamil" karena anemia masih menjadi salah satu penyakit yang menyertai kehamilan dan menyebabkan berbagai komplikasi pada kehamilan. B. Tujuan Instruksi umum (TIU) Setelah mengikuti pendidikan kesehatan pada ibu hamil di harapkan dapat menambah pengetahuan tentang anemia C. Tujuan BABII TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Post Sectio Cessaria 2.1.1 Definisi Post Sc Sectio cessarea berasal dari bahasa latin "caedere" yang berarti memotong atau menyayat. Istilah itu disebut dalam ilmu obstetrik mengacu pada tindakan pembedahan yang bertujuan melahirkan bayi dengan membuka dinding perut ibu (Anggorowati & Sudiharjani, Deviasi(
g Ibu anemia pada saat hamil Penelitian yang dilakukan oleh Mahayana, dkk. (2015) menyatakan bahwa kejadian BBLR banyak dilahirkan pada ibu yang mempunyai faktor risiko anemia (56,8%). Selama kehamilan terjadi anemia relatif pada ibu, yaitu kejadian hemodilusi yang merupakan penambahan volume plasma relatif lebih besar
Darihasil laporan Dinas Kesehatan Pasaman Barat tahun 2008 kejadian anemia pada ibu hamil adalah 19,7%, tahun 2009 sebanyak 12,5% dan tahun 2010 sebanyak 9,2%. Ibu hamil yang mengalami anemia di wilayah kerja UPTDK 3 Puskesmas Desa Baru tahun 2008 sebanyak 28,5%, tahun 2009 sebanyak 24,3% dan tahun 2010 sebanyak 21,1%.
globalprevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 40,08%. Prevalensi anemia pada ibu hamil diperkirakan di Asia sebesar 48,15 %, Afrika 46,16 %, Amerika 25,48 %, dan Eropa 26,55 %. Di negara-negara berkembang ada sekitar 40% kematian ibu berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Kebanyakan anemia dalam kehamilan
menemukansekitar 20% wanita mengalami anemia sebelum hamil. Dampak jangka panjang anemia adalah kematian ibu dan komplikasi saat melahirkan (USAID, 2017). Saat ini sudah ada upaya pemerintah dalam hal penanganan anemia pada remaja putri. Berdasarkan buku pedoman pencegahan dan penanggulangan

sebelumhamil < 17,00 dan ibu menderita anemia (Hb

ibu adalah. anemia. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat.
WvgBDP.
  • uofp3ysr8e.pages.dev/90
  • uofp3ysr8e.pages.dev/239
  • uofp3ysr8e.pages.dev/501
  • uofp3ysr8e.pages.dev/709
  • uofp3ysr8e.pages.dev/16
  • uofp3ysr8e.pages.dev/387
  • uofp3ysr8e.pages.dev/247
  • uofp3ysr8e.pages.dev/488
  • makalah anemia pada ibu hamil bab 2